Sejarah

SEKILAS SEJARAH LPPM AMIK INDONESIA

AMIK Indonesia Banda Aceh adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan manajemen tingkat Diploma III, AMIK Indonesia merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta di indonesia yang berbentuk Akademi, dikelola oleh dikti dan termasuk kedalam kopertis wilayah kopertis 13. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia ini telah beridiri sejak 16 November 1992 dengan Nomor SK PT 2935DTK-I2009 dan Tanggal SK PT 23 Juli 2009, Akademi ini beralamat di Jalan Tengku Nyak Arief No. 400 Simpang Mesra Jeulingke, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia.

Dalam penyelenggaraan pendidikan sejak dikelola oleh Yayasan Pendidikan Pembangunan Indonesia (YPPI). Sejalan dengan perkembangan jumlah mahasiswa serta tuntutan pasar, maka kemudian ditambah sarana kelas dan pelayanan administrasi di Tengku Nyak Arief No. 400 Simpang Mesra Jeulingke Banda Aceh.

AMIK Indonesia Banda Aceh sebagai lembaga pendidikan tinggi harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk membantu agar pelaksanaan salah satu dharma yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, maka dibentuklah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Lembaga ini bertugas untuk melakukan fungsi koordinasi, perencanaan dan pelaksanaan penelitian dan pengabdian.

Harapannya kedepan LPPM-AMIK Indonesia Banda Aceh ini mampu menjalankan tugas pokok yaitu: melaksanakan, mengkoordinasi, memonitoring dan mengevaluasi semua kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat oleh civitas academika AMIK Indonesia Banda Aceh. Kegiatan penelitian yang bersifat mono-disiplin dapat dikelola dan dilaksanakan oleh setiap program studi (jurusan). Sedangkan penelitian yang bersifat inter-disiplin memerlukan wadah untuk koordinasi, perencanaan dan pelaksanaan yang diwujudkan oleh fungsi LPPM. Fungsi koordinasi dan perencanaan penelitian tersebut dilaksanakan oleh LPPM. Pada tahun 2016 telah dilakukan identifikasi terhadap bidang-bidang riset unggulan AMIK Indonesia Banda Aceh yang menghasilkan inovasi di 6 (enam) kluster, yaitu :

  1. Manajemen Lingkungan dan SDA
  2. Manajemen Publik
  3. Manajemen Humaniora dan SDM
  4. Manajemen Bisnis, Enterpreneur dan Technopreneur
  5. Manajemen Pelayanan (Service)
  6. Teknologi Informasi dan Komputer (TIK)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan penelitian LPPM memiliki dua sasaran. Pertama penelitian yang dilakukan bersifat riil, relevan dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian permasalahan yang sedang dihadapi yang sedang dihadapi masyarakat, industri, instansi pemerintah dan non pemerintah. Kedua penelitian mampu memberikan kontribusi original dan berkwalitas bagi ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, seni, dan keagamaan

Pada awalnya LPPM AMIK Indonesia telah dibentuk sejak tahun 2009, dengan manajemen dan program penelitian yang masih mengkhususkan pada kearifan lokal serta melibatkan Instansi pada daerah provinsi di Aceh. Seiring waktu, LPPM telah membentuk suatu wadah bagi dosen untuk meneliti dengan serapan anggaran baik dari Yayasan, Institusi dan berbagai mitra lokal.

Pada tahun 2012-2014, LPPM AMIK Indonesia mengfokuskan kegiatan pengabdian pada daerah 3T, tetapi output dari Indikator Kinerja belum memiliki dampak signifikan dalam kegiatan menyeluruh dengan hanya menyerap kegiatan 23% dari jumlah dosen dan mahasiswa yang dilibatkan. Pada tahun 2015, yang diprakarsai oleh Bapak Muhammad Wali maka LPPM AMIK Indonesia mulai menjajaki dan menunjukkan diri pada penelitian tingkat nasional, dan Bapak Munawir, S.Kom., MM ditunjuk sebagai ketua LPPM AMIK Indonesia periode tahun 2015-2017. Sejak saat itu, persentase peningkatan publikasi berskala nasional telah meningkat dengan IKU sebesar 45% dari rencana 2 tahun.

Pada tahun 2018, LPPM AMIK Indonesia diketuai oleh Bapak Muhammad Wali menunjukkan hasil yang positif membaik dengan meningkatkan kepercayaan diri dosen dalam melakukan penelitian, pengabdian dan kegiatan penunjang lainnya memiliki peningkatan tajam sebesar 88% jumlah dosen dan mahasiswa terlibat. Hal ini juga dibuktikan dengan Skor pada SINTA  tahun 2018 AMIK Indonesia pada posisi 795 dari 4.575 Perguruan Tinggi di Indonesia. Dan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan PKM meningkatkan 92% dari IKU tahun 2017-2018